hidup adalah perjuangan, yang harus selalu di perjuangakan
Hidup adalah pilihan walaupun kita tidak pernah boleh memilih untuk dilahirkan atau tidak.
hidup adalah perjalanan, yang selalu di nilai bukan hasil dari perjalanan namun bagaimana menjalani perjalanan tersebut
Sunday, February 14, 2010
Thursday, February 11, 2010
DELAPAN KIAT JAUHI UTANG DI TAHUN MACAN
Tahun 2010 merupakan tahun Macan Logam. Meski dikenal dengan dengan keberaniannya, macan cenderung bertindak hanya dengan dorongan hati dan tanpa pikir panjang. Keberanian memang dibutuhkan, khususnya dalam dunia yang sangat menantang seperti sekarang ini. Namun, keberanian disertai kebijaksanaan lebih berarti dari sekedar keberanian tanpa mempertimbangkan situasi dan kondisi. Dari sudut pandang keuangan, keberanian mengelola keuangan sangat diperlukan, baik melalui tabungan maupun investasi. Namun, pada saat yang sama, kebijaksanaan keuangan tetap diperlukan – khususnya dalam mengelola utang.
Salah satu bentuk utang yang paling umum adalah melalui kartu kredit. Jika Anda memiliki kebiasaan menunda pembayaran kartu kredit dan tidak membayar keseluruhan tagihan, Anda tidak sendirian. Berdasarkan data Financial Quotient Survey yang dilakukan Citibank, sebanyak 44% pemegang kartu kredit di Indonesia tidak melunasi tunggakan kartu kreditnya. Asosiasi Kartu Kredit Indonesia juga mencatat bahwa pada tahun 2009 total kartu kredit yang bermasalah berada di atas nilai wajar, yaitu mencapai 9%.
Terdapat beberapa alasan mengapa orang berutang melalui kartu kredit. Berikut ini beberapa tipe orang tersebut:
Hidup Sulit - Terlilit utang karena sejumlah gajinya dipotong atau terkena PHK, atau terkena penyakit yang membutuhkan perawatan yang lama dan tidak murah.
Foya, Foya, Foya - Besar pasak daripada tiang. Sekelompok orang yang pengeluarannya selalu melebihi penghasilan. Ada yang karena gengsi ingin tampil lebih keren, namun tidak sesuai dengan kemampuannya. Ada juga yang memang pada dasarnya mempunyai pola hidup konsumtif.
Shopaholic - Tipe pengguna kartu kredit yang benar-benar tidak tahan jika melihat tulisan “SALE” baik di mall maupun promosi di outlet-outlet perbelanjaan. Berbelanja saat SALE dan promosi membuat mereka merasa telah berhemat, padahal jumlah yang dikeluarkan melebihi kebutuhan nyata. Pada akhirnya, para shopaholic hanya dapat melakukan pembayaran dengan jumlah minimum yang ditentukan penerbit kartu dan sisanya harus direlakan terkena bunga. Jumlah tagihan pada akhirnya akan membengkak, seiring dengan pembayaran yang hanya 10% dari total tagihan. Jika tidak lekas dilunasi, utang ini bisa berjalan terus selama bertahun-tahun.
Pinjam-Meminjam - Meminjamkan uang kepada orang lain melalui fasilitas kartu kredit, atau memulai bisnis dengan bermodalkan dana dari kartu kredit. Dengan demikian, selama orang yang dipinjamkan belum mengembalikan uang atau bisnis yang dijalankan belum menguntungkan, orang dengan tipe ini tidak mampu membayar kembali dana yang dipinjamnya melalui kartu kredit.
Hal-hal di atas merupakan perilaku macan yang berani namun kurang bijak. Berikut 8 tips untuk menjauhi utang dan memanfaatkan kartu kredit dengan bijak:
1.Buatlah Anggaran
Catatlah pengeluaran yang ingin dibayarkan melalui kartu kredit selama sebulan seperti makan di restoran, belanja kebutuhan dapur, bensin, dll. Ketahuilah jumlah yg akan ditagihkan ke kartu kredit. Awasi pengeluaran dan pastikan tidak melebihi dana yang dianggarkan.
2. Tentukan Batas Pengeluaran Bulanan
Disiplinkan diri Anda dalam penggunaan kartu kredit per bulan. Hindari pengeluaran yang mendekati credit limit, selalu sisakan untuk kebutuhan darurat.
3.Hindari Belanja Impulsif
Tips ini cocok untuk wanita, karena umumnya wanita lebih impulsif dalam berbelanja dibanding pria. Jangan gunakan kartu kredit untuk berbelanja sesuatu yang tidak Anda rencanakan. Belanjalah layaknya membawa Anda uang tunai.
4.Bayar Tepat Waktu
Bayarlah utang kartu kredit 5-7 hari sebelum jatuh tempo sehingga Anda tidak terkena denda ataupun bunga. Akan lebih baik lagi jika tagihan Anda dibayar penuh setiap bulannya. Sebaiknya lakukan pembayaran reguler bulanan dengan direct debit ataupun giro. Hal ini akan memperbaiki rekam jejak Anda di bank maupun Sistem Informasi Debitur.
5.Manfaatkan Tenggang Waktu Bebas Bunga
Ini adalah waktu yang diberikan penerbit kartu kredit pada nasabahnya untuk membayar kartu kredit tanpa terkena bunga. Biasanya 20-25 hari, namun hal ini hanya berlaku jika tagihan sebelumnya telah lunas.
6.Bayar Lebih dari Batas Minimum
Biasakan untuk membayar lebih dari batas minimum (10%). Jika Anda menerima bonus, gunakan dana tersebut untuk melunasi tagihan sehingga Anda lebih cepat terbebas dari utang.
7.Ingat! Ini Bukan Uang Anda
Uang yang Anda gunakan pada dasarnya adalah uang bank, bukan uang Anda. Gunakan untuk kebutuhan Anda sehari-hari, tetapi jangan menganggap atau menyalahgunakannya sebagai pendapatan ekstra.
8.Kendalikan Diri Anda
Menggunakan kartu kredit membutuhan tanggung jawab dan pengendalian diri. Jika Anda memiliki keterbatasan dalam membayar tagihan dan mengawasi jumlah kartu kredit Anda, tidak ada salahnya jika Anda kembali ke uang tunai sebagai metode pembayaran untuk memperoleh kedisiplinan dalam pengeluaran sehari-hari.
Apabila Anda mengalami permasalahan yang sangat ruwet, berkonsultasilah dengan bagian layanan pelanggan atau bagian penagihan kartu kredit agar dapat menjelaskan program pembayaran yang bisa diharapkan menjadi solusi masalah keuangan Anda.
Anda juga bisa meminta saran dan pertolongan konsultan keuangan profesional yang dapat membantu Anda mengelola keuangan dan memperbaiki kebiasaan belanja Anda.
Konsultasi dengan layanan pelanggan atau bagian penagihan bila Anda merasakan adanya masalah dengan keadaan keuangan Anda. layanan pelanggan atau bagian penagihan dapat menjelaskan program pembayaran yang diharapkan menjadi solusi masalah keuangan Anda yang berhubungan dengan kartu kredit.
Selamat mencoba dan jadilah macan yang bijak.
Salah satu bentuk utang yang paling umum adalah melalui kartu kredit. Jika Anda memiliki kebiasaan menunda pembayaran kartu kredit dan tidak membayar keseluruhan tagihan, Anda tidak sendirian. Berdasarkan data Financial Quotient Survey yang dilakukan Citibank, sebanyak 44% pemegang kartu kredit di Indonesia tidak melunasi tunggakan kartu kreditnya. Asosiasi Kartu Kredit Indonesia juga mencatat bahwa pada tahun 2009 total kartu kredit yang bermasalah berada di atas nilai wajar, yaitu mencapai 9%.
Terdapat beberapa alasan mengapa orang berutang melalui kartu kredit. Berikut ini beberapa tipe orang tersebut:
Hidup Sulit - Terlilit utang karena sejumlah gajinya dipotong atau terkena PHK, atau terkena penyakit yang membutuhkan perawatan yang lama dan tidak murah.
Foya, Foya, Foya - Besar pasak daripada tiang. Sekelompok orang yang pengeluarannya selalu melebihi penghasilan. Ada yang karena gengsi ingin tampil lebih keren, namun tidak sesuai dengan kemampuannya. Ada juga yang memang pada dasarnya mempunyai pola hidup konsumtif.
Shopaholic - Tipe pengguna kartu kredit yang benar-benar tidak tahan jika melihat tulisan “SALE” baik di mall maupun promosi di outlet-outlet perbelanjaan. Berbelanja saat SALE dan promosi membuat mereka merasa telah berhemat, padahal jumlah yang dikeluarkan melebihi kebutuhan nyata. Pada akhirnya, para shopaholic hanya dapat melakukan pembayaran dengan jumlah minimum yang ditentukan penerbit kartu dan sisanya harus direlakan terkena bunga. Jumlah tagihan pada akhirnya akan membengkak, seiring dengan pembayaran yang hanya 10% dari total tagihan. Jika tidak lekas dilunasi, utang ini bisa berjalan terus selama bertahun-tahun.
Pinjam-Meminjam - Meminjamkan uang kepada orang lain melalui fasilitas kartu kredit, atau memulai bisnis dengan bermodalkan dana dari kartu kredit. Dengan demikian, selama orang yang dipinjamkan belum mengembalikan uang atau bisnis yang dijalankan belum menguntungkan, orang dengan tipe ini tidak mampu membayar kembali dana yang dipinjamnya melalui kartu kredit.
Hal-hal di atas merupakan perilaku macan yang berani namun kurang bijak. Berikut 8 tips untuk menjauhi utang dan memanfaatkan kartu kredit dengan bijak:
1.Buatlah Anggaran
Catatlah pengeluaran yang ingin dibayarkan melalui kartu kredit selama sebulan seperti makan di restoran, belanja kebutuhan dapur, bensin, dll. Ketahuilah jumlah yg akan ditagihkan ke kartu kredit. Awasi pengeluaran dan pastikan tidak melebihi dana yang dianggarkan.
2. Tentukan Batas Pengeluaran Bulanan
Disiplinkan diri Anda dalam penggunaan kartu kredit per bulan. Hindari pengeluaran yang mendekati credit limit, selalu sisakan untuk kebutuhan darurat.
3.Hindari Belanja Impulsif
Tips ini cocok untuk wanita, karena umumnya wanita lebih impulsif dalam berbelanja dibanding pria. Jangan gunakan kartu kredit untuk berbelanja sesuatu yang tidak Anda rencanakan. Belanjalah layaknya membawa Anda uang tunai.
4.Bayar Tepat Waktu
Bayarlah utang kartu kredit 5-7 hari sebelum jatuh tempo sehingga Anda tidak terkena denda ataupun bunga. Akan lebih baik lagi jika tagihan Anda dibayar penuh setiap bulannya. Sebaiknya lakukan pembayaran reguler bulanan dengan direct debit ataupun giro. Hal ini akan memperbaiki rekam jejak Anda di bank maupun Sistem Informasi Debitur.
5.Manfaatkan Tenggang Waktu Bebas Bunga
Ini adalah waktu yang diberikan penerbit kartu kredit pada nasabahnya untuk membayar kartu kredit tanpa terkena bunga. Biasanya 20-25 hari, namun hal ini hanya berlaku jika tagihan sebelumnya telah lunas.
6.Bayar Lebih dari Batas Minimum
Biasakan untuk membayar lebih dari batas minimum (10%). Jika Anda menerima bonus, gunakan dana tersebut untuk melunasi tagihan sehingga Anda lebih cepat terbebas dari utang.
7.Ingat! Ini Bukan Uang Anda
Uang yang Anda gunakan pada dasarnya adalah uang bank, bukan uang Anda. Gunakan untuk kebutuhan Anda sehari-hari, tetapi jangan menganggap atau menyalahgunakannya sebagai pendapatan ekstra.
8.Kendalikan Diri Anda
Menggunakan kartu kredit membutuhan tanggung jawab dan pengendalian diri. Jika Anda memiliki keterbatasan dalam membayar tagihan dan mengawasi jumlah kartu kredit Anda, tidak ada salahnya jika Anda kembali ke uang tunai sebagai metode pembayaran untuk memperoleh kedisiplinan dalam pengeluaran sehari-hari.
Apabila Anda mengalami permasalahan yang sangat ruwet, berkonsultasilah dengan bagian layanan pelanggan atau bagian penagihan kartu kredit agar dapat menjelaskan program pembayaran yang bisa diharapkan menjadi solusi masalah keuangan Anda.
Anda juga bisa meminta saran dan pertolongan konsultan keuangan profesional yang dapat membantu Anda mengelola keuangan dan memperbaiki kebiasaan belanja Anda.
Konsultasi dengan layanan pelanggan atau bagian penagihan bila Anda merasakan adanya masalah dengan keadaan keuangan Anda. layanan pelanggan atau bagian penagihan dapat menjelaskan program pembayaran yang diharapkan menjadi solusi masalah keuangan Anda yang berhubungan dengan kartu kredit.
Selamat mencoba dan jadilah macan yang bijak.
Monday, February 8, 2010
kesunyian
Kesunyian
Ingin ku…
berlari ke gurun
Berkawan dengan hamparan pasir yang putih
Untuk mencari kedamai hati
Namun gurun pun seakan menentang
Terus dia bersuara gemuruh bersama angin
Seakan membenci kehadiran ku
Kembali ku berlari..
Ke tengah lautna nan biru
Berharap biru memberi hamparan kesunyian hati
Namun laut pun enggan bersahabat
Desiran gelombang besuara
Memecah kesunyian
Menderu, menerjam dan menghantam
Jutaan karangan yang berdiri kokok hingga nyaris tak berdaya.
Seakan mengacamkam untuk menyuruh ku pergi
Akhirnya ku berlari ke tengah hutan
Berdiri diantara pepohonan yang menjulang
Seakan mengatakan pada langit aku akan pergi mengampiri mu
Disini pun aku tak menemui kesunyian
Kicau burung seakan memecah langit
Dan lolongan anjing mengusik ketenangan.
Yang tidak mau berhenti seakan mengusir ku
Kini ku terus berlari dan berlari
Hingga akhirnya ku berhenti di pemakaman yang tenang
Ku duduk menyatu dengan kesunyian
Tak ada satu kata terucap.
Tak ada desir angin yang menguncang daun-daun
Dan tak ada langkah serta kicau burung yang bernyanyi.
Hingga gelap menyelimuti semua pandangan ku
Jakarta, 31 Januari 2009-01-31;12.00
Ingin ku…
berlari ke gurun
Berkawan dengan hamparan pasir yang putih
Untuk mencari kedamai hati
Namun gurun pun seakan menentang
Terus dia bersuara gemuruh bersama angin
Seakan membenci kehadiran ku
Kembali ku berlari..
Ke tengah lautna nan biru
Berharap biru memberi hamparan kesunyian hati
Namun laut pun enggan bersahabat
Desiran gelombang besuara
Memecah kesunyian
Menderu, menerjam dan menghantam
Jutaan karangan yang berdiri kokok hingga nyaris tak berdaya.
Seakan mengacamkam untuk menyuruh ku pergi
Akhirnya ku berlari ke tengah hutan
Berdiri diantara pepohonan yang menjulang
Seakan mengatakan pada langit aku akan pergi mengampiri mu
Disini pun aku tak menemui kesunyian
Kicau burung seakan memecah langit
Dan lolongan anjing mengusik ketenangan.
Yang tidak mau berhenti seakan mengusir ku
Kini ku terus berlari dan berlari
Hingga akhirnya ku berhenti di pemakaman yang tenang
Ku duduk menyatu dengan kesunyian
Tak ada satu kata terucap.
Tak ada desir angin yang menguncang daun-daun
Dan tak ada langkah serta kicau burung yang bernyanyi.
Hingga gelap menyelimuti semua pandangan ku
Jakarta, 31 Januari 2009-01-31;12.00
biar aku menjadi bayangan mu
indah mu bagai tak terkatakan
bertabur ketakjuban cinta
sulit ku gapai jiwa kecil mu
sulit ku raih kau dalam pelukan
melangkahkan kaki menjajarkan diri
sulit ku tempuh walaupun ku berlari dan berlari
bahkan mengejar bayang-bayang mu ku tasanggup
izinkan aku sekali saja menjadi bayangan mu
agar ku mampu mengikuti mu
diri yang begitu indah dan memukau
izinkan ku mengikuti langkah mu
walau ku kan hanya terdiam
tuk sekedar melihat mu tertawa bersedih
hingga ku dapat merasakannya
izinkan ku hanya sekedar menjadi bayangan mu
bertabur ketakjuban cinta
sulit ku gapai jiwa kecil mu
sulit ku raih kau dalam pelukan
melangkahkan kaki menjajarkan diri
sulit ku tempuh walaupun ku berlari dan berlari
bahkan mengejar bayang-bayang mu ku tasanggup
izinkan aku sekali saja menjadi bayangan mu
agar ku mampu mengikuti mu
diri yang begitu indah dan memukau
izinkan ku mengikuti langkah mu
walau ku kan hanya terdiam
tuk sekedar melihat mu tertawa bersedih
hingga ku dapat merasakannya
izinkan ku hanya sekedar menjadi bayangan mu
diam
ingin ku terdiam
menatap redup wajah yang tak bersahabat
tiada senyum dan ceria
hanya mendung mengelayuti
bagai kehilangan gairah hidup
rundung duka selalu mennyapanya
apa gerangan yang menyapanya
hingga aku kehilangan
secercah jiwa penghibur
aku rindu..
wajah ceria yang selalu menyatu
bagai air di tengah padang
aku ingin jumpa
tawa hangat yang menyegarkan
oh...
jiwa yang tak mau bersuara
lontarkan semuanya
pada batu karang dan lautan
agar ku tahu
duka yang menyelimuti
....
menatap redup wajah yang tak bersahabat
tiada senyum dan ceria
hanya mendung mengelayuti
bagai kehilangan gairah hidup
rundung duka selalu mennyapanya
apa gerangan yang menyapanya
hingga aku kehilangan
secercah jiwa penghibur
aku rindu..
wajah ceria yang selalu menyatu
bagai air di tengah padang
aku ingin jumpa
tawa hangat yang menyegarkan
oh...
jiwa yang tak mau bersuara
lontarkan semuanya
pada batu karang dan lautan
agar ku tahu
duka yang menyelimuti
....
Tuesday, November 10, 2009
14 hari
"Malam ma,"sapa ku ketika masuk rumah.
"Dari mana gadis kecil ku ini,keluyuran malam minggu ke TIM atau kota tua lagi,"tanyanya, yang lebih pada sindiran. "Kapan mau kenalkan calonnya,"sambungnya sebelum aku menjawab apapun.
"tenang ma, kalau jodoh tak kemana,"Ucapku ringan sambil menyomot kripik yang ada dimeja..
"duduk,"perintahnya lembut.Aku mulai resah pertanyaan yang sama akan terlontar dari mama tercinta, mama akan mulai menanyakan kapan kamu akan menikah, usia mu sudah berapa? sampai kapan mau seperti ini,?.
"Maaf ma, hari ini Ra, terlalu lelah,"elak ku
"Mama beri waktu satu bulan untuk kamu kenalkan pacar mu kalau tidak mama yang akan cari,"ujarnya
"Ma,1 tahun,"pinta ku mengulur waktu
"3 minggu,"
"6 bulan deh,please,"kataku dengan nada memelas.
"2 minggu waktu untuk mengenalkannya titik, protes lagi waktu mu semakin sempit,,titik,sekarang tidurlah,"ujar mengehentikan perdebatan ini.
Oh ma, kenapa jadi serumit ini, keluhku.
≈≈≈≈≈
Azan subhu memangunkan ku..masih teringang-ingan ditelinga ku perkataan mama " waktu mu 2 minggu untuk mengenalkannya titik,".
"oh mama, apa yang terjadi dengan diri mu, aku baru 26 tahun"keluh hati ku sambil berjalan menuju kamar mandi mempersiapkan diri tuk menghadapNya.
Ku sujudkan diriku dalam kekhususan subuh .dan kusempatkan diri tuk bermunajat difajar mu.Beberapa ayat suci kulantunkan menutup subuh ini.
Kubuka semua jendela kamar ku..biar malaikat masuk membawa keberkahan kata pak ustad.yah memang berkah menghirup udara pagi membuatku tenang..
ku ambil handuk kecil dan kukenakan sepatu kets..rutinitas minggu pagi akan ku jalani..berlari pagi keliling kompleks.."kali-kali ada cowok ganteng,kayak disenetron-sinetron ituloh,"khayalku nakal.
≈≈≈≈
senja ini ku duduk dipinggir pantai, hanya untuk memandang lautan lepas yang bebas..duh banyak banget pasangan bergandeng tangan dan tawa canda anak-anak dengan keluarganya..Rame bener ya hari ini,"tanyaku pada diri sendiri.
"ya,iya lah rame,,kan hari minggu,"jawabku dalam hati hingga membuatku tersenyum.
ku lanjutkan lamunan ku menatap indahnya sang lembayung senja. yang memancarkan warna orange memberi ketenangan jiwa. Entah apa yang kupikirkan yang pasti aku tenang duduk disini diatas hamparan pasir putih ditemani deru ombang.
sayup-sayup panggilan ilahi datang memecahkan lamunan ku,,Saatnya beranjak menuju kehadapanya, ajak ku kepada tubuh kecilku tuk meninggalkan pantai indah ini.
Kulangkahkan kaki, untuk menuju ke rumah Nya..beruntung lokasi masjid tak berapa jauh dari lokasi ku termenung.
kupandangi mesjid kecil terbuat dari kayu berbentuk pangung, ramai dengan suara mereka yang berjalan menghadapnya. ku gegaskan diri berwudu..dan mengabungkan diri dengan saf yang telah tersusun rapi..lantunan ayat-ayat suci mengalun begitu indah dari bibir sang imam."Subhanalloh."panjatku.
Engan tubuhku meninggalkan mesjid kecil ini, rasanya begitu tenang dan damai padahal sudah selesai sholat isya..ku putuskan untuk tetap duduk dipelataran luar tuk menikmati ketenangan.
"maaf mba, mesjidnya mau ditutup, apa mba kesasar mencari alamat,"tanya seorang anak muda yang suaranya sepertinya tidak asing bagi ku, sekaligus memcahkan ketenangan ku.
"bisa saya bantu,"sambungnya lagi.
Kuangkat wajah ku, untuk menyakinkan diri memang dia orangnya. dibalik cahaya bulan yg remang-remang samar ku lihat memang dia. maklum mesjid ini sudah gelap karena lampu telah pada. "Atala," tanyaku pelahan menyebut nama lelaki yang menegurku dengan penuh keraguan.
"Ya, maaf siapa ya,"tanyanya heran.
"aku,Raisha,"jawabku menyebut nama
"Raisha,"ucapnya tak kalah terkejutnya dengan ku ketika ditegur tadi."sedang apa disini, sepertinya sedang binggung, kesasar"tanyanya lembut
"nggak, tadi abis nongkrong dipantai terus numpang solat, eh nggak tahunya dah malam, abis nyaman disini,"kataku sambil cengar-cengir."maaf, deh jadi kemalaman nutup mesjid gara-gara aku, kalau gitu cabut dulu ya,"pamit ku sambil berdiri dari posisi ku untuk siap2 beranjak pergi.
"Sudah malam, tidak baik anak gadis dijalan,lagian jalan dah sepi g aman, ini bukan kota besar,"cegahnya. "Kalau tidak keberatan menginap saja dirumah, kebetulah abah kepala desa disini, kamu bisa tidur dengan adik perempuan ku,"ajaknya.
"tidak usah, nanti ngerepotin,"elakku, dan ada rasa segan untuk menginap ditempat Atala secara walau kami sudah kenal hampir 2 tahun, kami tidak pernah ngobrol kecuali kata-kata yang sama mau liputan kemana hari ini?, itu pun hanya via SMS.
"g papa, lebih baik dan lebih aman, ini sudah malam,"
setelah kupertimbangkan akhirnya ku outuskan untuk cari selamat aja deh. "Boleh deh,"
"motornya kita tuntun aja ya, g enak ama tetangga sudah malam,"pintanya.
kami selusuri malam, di bawah sinar rembulan tanpa ada suarapun. Ala hanya jalan dengan khusus dengan menuntun motor ku, tanpa menengok. "aduh kok cangung gini yah g ada percakapan, sampai kapan nih kayak gini,"pikir ku.
"sabar ya, rumah ku didepan yang agak terang, tidak jauh lagi,"ujarnya memecah keheningan seakan menjawab pertanyaan di otak ku.
selangkah demi selangkah kami lalu ditemani suara nyanyian jangrik.begitu tenangnya.
"Yuks. masuk ini rumah ku,"ajaknya ketika berhenti didepan rumah yang cukup luas. kami masuki pager besi coklat yang tidak terlalu tinggi kuselusuri jalan setapak menuju garasi untuk menaruh motor ku, aku tetap mengikutinya seperti anak kecil. Sayup-sayup ku dengar suara tawa renyah perempuan, "oh siapa gerangan adiknya kah atau istrinya,"pikir ku. kenapa juga aku musti berpikir siapa dia, g ada urusananya dg ku.. .bersambung
"Dari mana gadis kecil ku ini,keluyuran malam minggu ke TIM atau kota tua lagi,"tanyanya, yang lebih pada sindiran. "Kapan mau kenalkan calonnya,"sambungnya sebelum aku menjawab apapun.
"tenang ma, kalau jodoh tak kemana,"Ucapku ringan sambil menyomot kripik yang ada dimeja..
"duduk,"perintahnya lembut.Aku mulai resah pertanyaan yang sama akan terlontar dari mama tercinta, mama akan mulai menanyakan kapan kamu akan menikah, usia mu sudah berapa? sampai kapan mau seperti ini,?.
"Maaf ma, hari ini Ra, terlalu lelah,"elak ku
"Mama beri waktu satu bulan untuk kamu kenalkan pacar mu kalau tidak mama yang akan cari,"ujarnya
"Ma,1 tahun,"pinta ku mengulur waktu
"3 minggu,"
"6 bulan deh,please,"kataku dengan nada memelas.
"2 minggu waktu untuk mengenalkannya titik, protes lagi waktu mu semakin sempit,,titik,sekarang tidurlah,"ujar mengehentikan perdebatan ini.
Oh ma, kenapa jadi serumit ini, keluhku.
≈≈≈≈≈
Azan subhu memangunkan ku..masih teringang-ingan ditelinga ku perkataan mama " waktu mu 2 minggu untuk mengenalkannya titik,".
"oh mama, apa yang terjadi dengan diri mu, aku baru 26 tahun"keluh hati ku sambil berjalan menuju kamar mandi mempersiapkan diri tuk menghadapNya.
Ku sujudkan diriku dalam kekhususan subuh .dan kusempatkan diri tuk bermunajat difajar mu.Beberapa ayat suci kulantunkan menutup subuh ini.
Kubuka semua jendela kamar ku..biar malaikat masuk membawa keberkahan kata pak ustad.yah memang berkah menghirup udara pagi membuatku tenang..
ku ambil handuk kecil dan kukenakan sepatu kets..rutinitas minggu pagi akan ku jalani..berlari pagi keliling kompleks.."kali-kali ada cowok ganteng,kayak disenetron-sinetron ituloh,"khayalku nakal.
≈≈≈≈
senja ini ku duduk dipinggir pantai, hanya untuk memandang lautan lepas yang bebas..duh banyak banget pasangan bergandeng tangan dan tawa canda anak-anak dengan keluarganya..Rame bener ya hari ini,"tanyaku pada diri sendiri.
"ya,iya lah rame,,kan hari minggu,"jawabku dalam hati hingga membuatku tersenyum.
ku lanjutkan lamunan ku menatap indahnya sang lembayung senja. yang memancarkan warna orange memberi ketenangan jiwa. Entah apa yang kupikirkan yang pasti aku tenang duduk disini diatas hamparan pasir putih ditemani deru ombang.
sayup-sayup panggilan ilahi datang memecahkan lamunan ku,,Saatnya beranjak menuju kehadapanya, ajak ku kepada tubuh kecilku tuk meninggalkan pantai indah ini.
Kulangkahkan kaki, untuk menuju ke rumah Nya..beruntung lokasi masjid tak berapa jauh dari lokasi ku termenung.
kupandangi mesjid kecil terbuat dari kayu berbentuk pangung, ramai dengan suara mereka yang berjalan menghadapnya. ku gegaskan diri berwudu..dan mengabungkan diri dengan saf yang telah tersusun rapi..lantunan ayat-ayat suci mengalun begitu indah dari bibir sang imam."Subhanalloh."panjatku.
Engan tubuhku meninggalkan mesjid kecil ini, rasanya begitu tenang dan damai padahal sudah selesai sholat isya..ku putuskan untuk tetap duduk dipelataran luar tuk menikmati ketenangan.
"maaf mba, mesjidnya mau ditutup, apa mba kesasar mencari alamat,"tanya seorang anak muda yang suaranya sepertinya tidak asing bagi ku, sekaligus memcahkan ketenangan ku.
"bisa saya bantu,"sambungnya lagi.
Kuangkat wajah ku, untuk menyakinkan diri memang dia orangnya. dibalik cahaya bulan yg remang-remang samar ku lihat memang dia. maklum mesjid ini sudah gelap karena lampu telah pada. "Atala," tanyaku pelahan menyebut nama lelaki yang menegurku dengan penuh keraguan.
"Ya, maaf siapa ya,"tanyanya heran.
"aku,Raisha,"jawabku menyebut nama
"Raisha,"ucapnya tak kalah terkejutnya dengan ku ketika ditegur tadi."sedang apa disini, sepertinya sedang binggung, kesasar"tanyanya lembut
"nggak, tadi abis nongkrong dipantai terus numpang solat, eh nggak tahunya dah malam, abis nyaman disini,"kataku sambil cengar-cengir."maaf, deh jadi kemalaman nutup mesjid gara-gara aku, kalau gitu cabut dulu ya,"pamit ku sambil berdiri dari posisi ku untuk siap2 beranjak pergi.
"Sudah malam, tidak baik anak gadis dijalan,lagian jalan dah sepi g aman, ini bukan kota besar,"cegahnya. "Kalau tidak keberatan menginap saja dirumah, kebetulah abah kepala desa disini, kamu bisa tidur dengan adik perempuan ku,"ajaknya.
"tidak usah, nanti ngerepotin,"elakku, dan ada rasa segan untuk menginap ditempat Atala secara walau kami sudah kenal hampir 2 tahun, kami tidak pernah ngobrol kecuali kata-kata yang sama mau liputan kemana hari ini?, itu pun hanya via SMS.
"g papa, lebih baik dan lebih aman, ini sudah malam,"
setelah kupertimbangkan akhirnya ku outuskan untuk cari selamat aja deh. "Boleh deh,"
"motornya kita tuntun aja ya, g enak ama tetangga sudah malam,"pintanya.
kami selusuri malam, di bawah sinar rembulan tanpa ada suarapun. Ala hanya jalan dengan khusus dengan menuntun motor ku, tanpa menengok. "aduh kok cangung gini yah g ada percakapan, sampai kapan nih kayak gini,"pikir ku.
"sabar ya, rumah ku didepan yang agak terang, tidak jauh lagi,"ujarnya memecah keheningan seakan menjawab pertanyaan di otak ku.
selangkah demi selangkah kami lalu ditemani suara nyanyian jangrik.begitu tenangnya.
"Yuks. masuk ini rumah ku,"ajaknya ketika berhenti didepan rumah yang cukup luas. kami masuki pager besi coklat yang tidak terlalu tinggi kuselusuri jalan setapak menuju garasi untuk menaruh motor ku, aku tetap mengikutinya seperti anak kecil. Sayup-sayup ku dengar suara tawa renyah perempuan, "oh siapa gerangan adiknya kah atau istrinya,"pikir ku. kenapa juga aku musti berpikir siapa dia, g ada urusananya dg ku.. .bersambung
Friday, October 23, 2009
Aku Adalah manusia
Kawan aku bukan Tuhan yang memiliki kekutan tak terbatas
Aku hanya mampu melakukan sesuai kemampuan
walau ku tahu segalanya bisa ku lakukan
jika pikiranku mengatakan bisa
Karena kusadari kekuatan ku berada dipikiran
Aku juga bukan malaikat
yang begitu suci hingga tak punya amarah
Walau aku menyadari aku punya nurani yang suci
Hingga aku bisa seperti malaikat
namun nafsu ku bisa seperti angin
yang mengulung dan menghempaskan apapun
aku seorang Nabi?
bukan kawan, aku bukan nabi
walaupun ku bekerja sebagai pewarta seperti nabi
karena nabi lebih mementikan agamanya, umatnya, dan kebenaran hakiki
sedang aku sangat jauh dari itu
Aku juga bukan filosofi kawan
yang begitu mencintai ilmu pengetahuan
hingga memiliki sejuta jawaban bijak
ilmu ku hanya setitik dari lautan yang luas
Aku juga tak mampu membaca semua gejala alam
bahkan aku tak pernah tahu apa yang terjadi padaku 1 detik kedepan
Kawan aku hanya manusia
yang terjatuh ketika galau
kawan aku terlalu lemah
lemah dalam membaca berjuta pertanda
Tapi kawan aku juga mampu
menopang setiap terpaan yang datang
Ombak yang menghantam
Aku mampu bangkit kala aku terjatuh
dalam lubang hitam nan pekat tanpa cahaya
Aku hanya mampu melakukan sesuai kemampuan
walau ku tahu segalanya bisa ku lakukan
jika pikiranku mengatakan bisa
Karena kusadari kekuatan ku berada dipikiran
Aku juga bukan malaikat
yang begitu suci hingga tak punya amarah
Walau aku menyadari aku punya nurani yang suci
Hingga aku bisa seperti malaikat
namun nafsu ku bisa seperti angin
yang mengulung dan menghempaskan apapun
aku seorang Nabi?
bukan kawan, aku bukan nabi
walaupun ku bekerja sebagai pewarta seperti nabi
karena nabi lebih mementikan agamanya, umatnya, dan kebenaran hakiki
sedang aku sangat jauh dari itu
Aku juga bukan filosofi kawan
yang begitu mencintai ilmu pengetahuan
hingga memiliki sejuta jawaban bijak
ilmu ku hanya setitik dari lautan yang luas
Aku juga tak mampu membaca semua gejala alam
bahkan aku tak pernah tahu apa yang terjadi padaku 1 detik kedepan
Kawan aku hanya manusia
yang terjatuh ketika galau
kawan aku terlalu lemah
lemah dalam membaca berjuta pertanda
Tapi kawan aku juga mampu
menopang setiap terpaan yang datang
Ombak yang menghantam
Aku mampu bangkit kala aku terjatuh
dalam lubang hitam nan pekat tanpa cahaya
Subscribe to:
Posts (Atom)