Ketika kau tak lagi mampu menahan
Kegelisahan yang menyesakkan
Berupaya merebut arti kebebasan
Yang hilang bersama asap kematian
Ketika jiwa kecil merontak
Karena kecewa akibat janji yang tak tertepati
Namun raga tak mampu melawan
Terpasung oleh kewajiban dan peraturan
Saat pasung semakin mengikat
Nadi panas membakar jiwa
Kegelapan tak halangan melihat
Karena nurani sudah berkata
Kini raga tak mampu lagi menahan nanar
Yang menyakitkan mata dan telingga
Berlari untuk menghindar
Namun nurani mengajak kembali
Biarkan aku terus disini
Walau pasung mengikat dan meyiksa
Karena ku masih mampu berpikir bebas
Ku tak menyerah walau nyawa kan hilang
Saturday, November 20, 2010
Friday, November 19, 2010
Thursday, June 10, 2010
Bumi
Kepada bumi ku ceritakan semuanya
Tentang rasa asa gelisa dan duka
Bumi dengan rasa empati dan
Tanpa lelah mendengar semua keluh kesah
Yang selalu terlontar setiap batin gundah
Bumi tetap diam tanpa keluh
Ketika ku hentakan kemarahan
yang menyiksa setiap raga mu
Bahkan tumpahan air mata pun
Kau terima dengan iklas
kau memberikan keteduhan dengan melindungi
Dibawah rindangnya pohon
kicau burung kau dendangkan agar ku tersenyum
Kau tak memilih
Siapa yang boleh menyentuh dan bercerita
Kau tak melarang siapa yang mendekat
Bumi
Terus kau hanya menerimanya
Dengan senyum
Kau tetap temani ku
Dalam rimbunan kehangatan
Tentang rasa asa gelisa dan duka
Bumi dengan rasa empati dan
Tanpa lelah mendengar semua keluh kesah
Yang selalu terlontar setiap batin gundah
Bumi tetap diam tanpa keluh
Ketika ku hentakan kemarahan
yang menyiksa setiap raga mu
Bahkan tumpahan air mata pun
Kau terima dengan iklas
kau memberikan keteduhan dengan melindungi
Dibawah rindangnya pohon
kicau burung kau dendangkan agar ku tersenyum
Kau tak memilih
Siapa yang boleh menyentuh dan bercerita
Kau tak melarang siapa yang mendekat
Bumi
Terus kau hanya menerimanya
Dengan senyum
Kau tetap temani ku
Dalam rimbunan kehangatan
hentikan lah
Ketika tidak kata yang mampu terucap
Hanya mampu tertahan di hati
Bergemuruh mendengar segala cerca dan makian
Diam dan belari
Demi menghindari semua
Mencari tempat berlindung
Tuk memberikan kehangatan bagi jiwa-jiwa rapuh
Terus ku belari belari
Menghidari semua yang takmampu lagi ku terima
Hingga ku terjatuh dan tertatih untuk bangkit
Walau darah membasuh seluh raga tetap ku kan berlari
Menghindari semuanya bahkan ku kan tergelam di dasar bumi
Hingga tak lagi mendengarnya.
Kadang ingin ku berteriak untuk meminta mmereka menghentikan
Namun kerongkongan ini begitu kering dan keluh
Hingga tiada kata terlontar
Sudah cukup bagi ku
Ku tak sanggup lagi
Aku ku akhir sudah
Dan memilih berada dibawah dengan kegelapan karena mereka tak ada disini.
Tapi ku salah
Mereka tetap mengejarku hingga kini
Tetap caci dan maki mereka lontarkan
Hanya mampu tertahan di hati
Bergemuruh mendengar segala cerca dan makian
Diam dan belari
Demi menghindari semua
Mencari tempat berlindung
Tuk memberikan kehangatan bagi jiwa-jiwa rapuh
Terus ku belari belari
Menghidari semua yang takmampu lagi ku terima
Hingga ku terjatuh dan tertatih untuk bangkit
Walau darah membasuh seluh raga tetap ku kan berlari
Menghindari semuanya bahkan ku kan tergelam di dasar bumi
Hingga tak lagi mendengarnya.
Kadang ingin ku berteriak untuk meminta mmereka menghentikan
Namun kerongkongan ini begitu kering dan keluh
Hingga tiada kata terlontar
Sudah cukup bagi ku
Ku tak sanggup lagi
Aku ku akhir sudah
Dan memilih berada dibawah dengan kegelapan karena mereka tak ada disini.
Tapi ku salah
Mereka tetap mengejarku hingga kini
Tetap caci dan maki mereka lontarkan
Wednesday, June 2, 2010
benarkah ini cinta
Ingin ku buat puisi cinta yang ku dedikasikan untuk seseorang karena rasa rindu yang mendalam..tapi entah mengapa tak ada satu kata indah terlontar dari otak kreatifku..hingga memori indah pun tak mampu ku gambarkan...ku pacu terus otak ku untuk menciptakan kata-kata romantis..akhirnya ku mulai lelah dan ragu tentang rasa yang ada..bertanya kembali pada hati suci tentang makna semuanya...
Thursday, May 27, 2010
langit apa kabar
langit
Apa kabar
Kau Yang selalu mengambarkan keceriaan dibalik kehangatan
Apa kabar langit senja
Yang selalu merona membuat keindah di saat berpisah
Langit kadang kau hitam kelam
Suram oleh banyak beban yang harus ditumpahkan..
Datanglah dan tumpahkan dengan perasaan mu yang dingin
Hingga datang pelangi ke indahan mu
Langit kadang kau panas
Mengering hingga tiada tetesan embun
Hingga pohon layu dan sungai mengering dan ku takut mendekat terbakar panas mu
Langit lain waktu kulihat kau begitu dpucat dan dingin hingga membeku
Melemparkan butir2 kecil. membutuhkan kehangatan yang sulit kau dapatkan..tapi kau tetap bertahan langit dengan cahaya terang..
Pagi Langit, wajah mu ceria bersinar
Seakan berdendang bersama burung
Hingga menyenangkan duduk dibawah pohon menedengar kisah mu.
Langit malam kau datang dengan keindahan dan ceria.
Bertabur kerlip kau sapa dengan hangat dan nakal
Apa kabar mu langit
T'lah lama
Apa kabar
Kau Yang selalu mengambarkan keceriaan dibalik kehangatan
Apa kabar langit senja
Yang selalu merona membuat keindah di saat berpisah
Langit kadang kau hitam kelam
Suram oleh banyak beban yang harus ditumpahkan..
Datanglah dan tumpahkan dengan perasaan mu yang dingin
Hingga datang pelangi ke indahan mu
Langit kadang kau panas
Mengering hingga tiada tetesan embun
Hingga pohon layu dan sungai mengering dan ku takut mendekat terbakar panas mu
Langit lain waktu kulihat kau begitu dpucat dan dingin hingga membeku
Melemparkan butir2 kecil. membutuhkan kehangatan yang sulit kau dapatkan..tapi kau tetap bertahan langit dengan cahaya terang..
Pagi Langit, wajah mu ceria bersinar
Seakan berdendang bersama burung
Hingga menyenangkan duduk dibawah pohon menedengar kisah mu.
Langit malam kau datang dengan keindahan dan ceria.
Bertabur kerlip kau sapa dengan hangat dan nakal
Apa kabar mu langit
T'lah lama
Wednesday, May 12, 2010
penantian
kayu ini kan rapuh dimakan jaman
Gedung ini pun kan rubuh
kapan kau kan datang memberi kekuatan
sebagai tiang penyandar baru
ku pinta satu arti hidup
yang penuh warna indah
ku harapkan kilau baru hadir dalam kecerian
Kasih tahu yang kurasa
satu yang kuinginkan
T'lah lama ku pinta
sebuah kata yang penuh makna
keraguan yang selama ini kaau tebarkan
menambah luka2 didada
penantian yang kau pinta menumbuhkan sendi2 ke jenuhan
tak banyak yang ku pinta
tak sulit kata yang ingin ku dengar
Mampu kah ku mengisi belahan jiwa mu?
Cinta dalam derita
tawa penuh canda
suka cinta ditemani
kehidupan kan terjawab
cinta kita yang misterius
membuat tertawa dan duka
cinta kita aneh
tapi dinanti dalam hidup
Gedung ini pun kan rubuh
kapan kau kan datang memberi kekuatan
sebagai tiang penyandar baru
ku pinta satu arti hidup
yang penuh warna indah
ku harapkan kilau baru hadir dalam kecerian
Kasih tahu yang kurasa
satu yang kuinginkan
T'lah lama ku pinta
sebuah kata yang penuh makna
keraguan yang selama ini kaau tebarkan
menambah luka2 didada
penantian yang kau pinta menumbuhkan sendi2 ke jenuhan
tak banyak yang ku pinta
tak sulit kata yang ingin ku dengar
Mampu kah ku mengisi belahan jiwa mu?
Cinta dalam derita
tawa penuh canda
suka cinta ditemani
kehidupan kan terjawab
cinta kita yang misterius
membuat tertawa dan duka
cinta kita aneh
tapi dinanti dalam hidup
Subscribe to:
Posts (Atom)